JLS Cilegon Makin Rawan,Dishup Bakal Pasang Garis Kejut
SpiritNews.Media (Cilegon) — Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bakal mengambil sejumlah langkah untuk menekan angka kecelakaan di Jalan Lingkar Selatan (JLS). Dinas Perhubungan (Dishub) Cilegon menyiapkan pemasangan garis kejut di lima titik yang dinilai rawan kecelakaan.
Tak hanya memasang garis kejut, Dishub Cilegon juga berencana menutup sejumlah U-turn atau titik putar balik kendaraan serta memangkas pohon yang dinilai mengganggu jarak pandang pengendara.
Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Cilegon, Faturohman, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas tingginya risiko kecelakaan di JLS.
"Memberikan kenyamanan dan keselamatan, mengurangi angka kecelakaan. Secepatnya kita akan pasang itu. Mudah-mudahan tahun ini bisa," kata Faturohman, Selasa (6/10/2026).
Menurut Faturohman, lima titik pemasangan garis kejut tersebut merupakan lokasi yang dianggap sangat berbahaya dan memiliki potensi tinggi terjadinya kecelakaan.
Dishub Cilegon juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait rencana penanganan di titik-titik rawan tersebut.
"Garis kejut rencananya ada di lima titik yang memang kita anggap sangat berbahaya, menimbulkan kecelakaan. Sudah koordinasi juga dengan pihak kepolisian. Yang pasti di lima titik U-turn. Iya, kanan kiri jalan JLS Cilegon," ujarnya.
Anggaran Belum Tersedia
Meski rencana pemasangan garis kejut dan penanganan titik rawan kecelakaan tersebut akan didorong tahun ini, anggarannya belum dialokasikan secara khusus.
Faturohman mengatakan pihaknya masih menunggu arahan pimpinan sekaligus mencari alternatif sumber pembiayaan, termasuk kemungkinan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
"Walaupun belum masuk anggaran, tapi kita akan upayakan. Nanti arahan pimpinan seperti apa. Apakah dari CSR atau apa," katanya.
Sambil menunggu realisasi penanganan fisik di lapangan, Dishub Cilegon akan terus melakukan sosialisasi kepada para pengemudi agar lebih berhati-hati saat melintas di JLS.
" Ada langkah-langkah yang terus kita lakukan sambil menunggu itu dengan sosialisasi kepada pengemudi," sambungnya.
JLS Cilegon diketahui menjadi salah satu jalur yang rawan kecelakaan. Pengendara sepeda motor menjadi salah satu pengguna jalan yang berisiko, dengan sejumlah kecelakaan di jalur tersebut bahkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Dishub Cilegon berharap kombinasi pemasangan garis kejut, penutupan U-turn rawan, pemangkasan pohon, dan sosialisasi dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menekan angka kecelakaan di JLS.(*)
Posting Komentar