News Breaking
Live
wb_sunny

Wakil Wali Kota Cilegon Ajak Komunitas Seni Budaya Bersatu, Singkirkan Ego Sektoral

Wakil Wali Kota Cilegon Ajak Komunitas Seni Budaya Bersatu, Singkirkan Ego Sektoral

SpiritNews.Media (Cilegon)– Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengajak seluruh pelaku seni dan budaya di Kota Cilegon memperkuat kebersamaan, menjaga kerukunan, serta mengesampingkan ego sektoral demi membangun ekosistem kebudayaan yang solid.

Ajakan tersebut disampaikan Fajar saat menghadiri saresehan budaya yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon bersama Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKKC) di Rumah Budaya Kota Cilegon, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan komunitas seni dan budaya itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum diskusi untuk mengevaluasi dan merumuskan langkah pengembangan kebudayaan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar menekankan pentingnya menyamakan persepsi dan memperbaiki komunikasi antarkomunitas agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman maupun perpecahan.

"Harapannya ketika kita keluar dari ruangan ini, dari gedung ini, kita semua harus saling merangkul," ujar Fajar.

Menurutnya, pengembangan kebudayaan tidak seharusnya diwarnai perselisihan mengenai kedudukan, kepentingan kelompok, ataupun perbedaan pandangan antarorganisasi.

Sebaliknya, seluruh pelaku seni dan budaya perlu menempatkan kemajuan kebudayaan Cilegon sebagai kepentingan bersama, terutama untuk menjaga identitas daerah dan mewariskannya kepada generasi mendatang.

"Tapi kita satukan, jadi, kalau berbicara berbudaya, kita bicarakan masa depan berbudaya anak Cilegon," katanya.

Fajar juga mengingatkan bahwa keberadaan regulasi tidak serta-merta menjamin kemajuan kebudayaan tanpa komitmen, kepercayaan, dan kekompakan dari para pelakunya.

Karena itu, ia mendorong seluruh komunitas untuk memperkuat koordinasi dan membangun komunikasi terbuka dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

"Tapi jujur, mau ada perda 10 pun, kalau kita tidak buyur, mati," tuturnya.

Selain menyoroti pentingnya kebersamaan, Fajar meminta para pelaku seni dan budaya meningkatkan profesionalisme dalam mengelola organisasi, termasuk saat menyusun proposal kegiatan.

Menurutnya, proposal yang diajukan kepada pemerintah maupun pihak industri harus disusun secara sistematis dan transparan. Dokumen tersebut perlu memuat profil komunitas, tujuan kegiatan, rincian kebutuhan anggaran, serta penjelasan mengenai program yang akan dilaksanakan.

Dengan penyusunan proposal yang baik, pihak pemberi dukungan diharapkan dapat memahami kebutuhan komunitas secara lebih jelas sehingga peluang mendapatkan bantuan untuk kegiatan kebudayaan semakin terbuka.

Fajar juga mengingatkan para pemimpin komunitas agar mampu menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.

Ia berharap saresehan tersebut menjadi momentum bagi seluruh pelaku budaya untuk memperbarui komitmen, saling mendukung, dan bersama-sama mempertahankan identitas kebudayaan Kota Cilegon.

Dindikbud Dorong Pelestarian Budaya Lokal

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengapresiasi penyelenggaraan saresehan yang mempertemukan pemerintah dengan para pelaku seni dan budaya.

Menurut Heni, forum tersebut penting untuk menampung aspirasi, menyerap masukan, serta membahas arah pengembangan kebudayaan lokal secara bersama-sama.

Ia menjelaskan, pembinaan seni dan budaya di Kota Cilegon telah melalui perjalanan panjang. Pada 2007, pemerintah kota mulai membentuk Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya sebagai wadah untuk mengoordinasikan sekaligus mendorong perkembangan berbagai sanggar dan komunitas seni.

Seiring berjalannya waktu, jumlah dan jenis komunitas seni budaya di Cilegon terus berkembang, mulai dari sanggar tari, perguruan pencak silat, kelompok teater, hingga komunitas musik.

Heni mengatakan, Dindikbud terus berupaya menjaga, melindungi, merawat, dan mengembangkan kebudayaan daerah. Salah satu upayanya dilakukan melalui pendidikan serta pengenalan kesenian tradisional kepada anak-anak di sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyebut sejumlah komunitas seni yang turut berperan dalam perkembangan kebudayaan lokal, di antaranya Sanggar Sumur Jambu dan Teater Githa.

Heni berharap diskusi tersebut menghasilkan masukan konkret untuk memperkuat pembinaan sekaligus meningkatkan eksistensi komunitas seni budaya di Kota Cilegon.

Menurutnya, keberlangsungan kebudayaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi kebudayaan, sanggar, hingga masyarakat.

DKKC Dorong Penguatan Kelembagaan dan Dukungan Anggaran

Ketua Dewan Kesenian Cilegon (DKKC), Ayatullah Khumaeni, mengatakan penguatan kelembagaan dan kolaborasi antarpelaku seni budaya menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan daerah.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang perlu dibenahi, terutama terkait koordinasi, kelembagaan, dan dukungan pendanaan kegiatan.

Menurut Ayatullah, DKKC berupaya memperkuat kelembagaan agar dapat menjalankan fungsinya secara lebih optimal. Selain menjadi wadah komunikasi bagi para pelaku budaya, organisasi tersebut diharapkan mampu memberikan masukan dan rekomendasi kepada pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan kebudayaan.

Ia juga mendorong percepatan pembentukan peraturan daerah (perda) tentang kebudayaan agar pembinaan dan dukungan terhadap kegiatan seni budaya memiliki landasan yang lebih kuat.

Keberadaan regulasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang dukungan anggaran bagi komunitas seni budaya yang membutuhkan fasilitas untuk berkarya dan menampilkan kreativitasnya kepada masyarakat.

"Mudah-mudahan ke depan kita bisa kolaborasi dengan Bu Kadis Kebudayaan dan Kebudayaan, mudah-mudahan bisa dimasukkan anggaran-anggaran apa yang kira-kira untuk bisa tampil di pusat kota," katanya.

Selain mendorong dukungan pemerintah, Ayatullah menyampaikan pentingnya memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan, komunitas, dan sektor industri melalui program kolaborasi maupun tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Melalui keterlibatan berbagai pihak, kegiatan seni dan budaya diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan serta menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Ayatullah pun mengajak seluruh seniman dan budayawan untuk mengesampingkan ego sektoral dan membangun komunikasi yang lebih terbuka.

Menurutnya, kekompakan menjadi modal penting agar potensi kebudayaan Cilegon dapat berkembang dan memperoleh perhatian lebih besar.

"Jadi harapan saya teman-teman budaya seni, ayo bareng-bareng," ujarnya.

Melalui saresehan tersebut, pemerintah dan para pelaku seni budaya diharapkan dapat memperkuat sinergi, menyatukan visi, serta membangun komitmen bersama untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal Kota Cilegon.

Dengan komunikasi yang lebih terbuka dan kolaborasi yang berkelanjutan, ekosistem kebudayaan daerah diharapkan semakin kuat dan mampu diwariskan kepada generasi mendatang. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar