News Breaking
Live
wb_sunny

Pemkot Cilegon Bekali 96 Calon Pekerja Migran dengan Pelatihan Bahasa Jepang

Pemkot Cilegon Bekali 96 Calon Pekerja Migran dengan Pelatihan Bahasa Jepang

SpiritNews.Media (CILEGON) – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Tenaga Kerja memberikan pelatihan dan pembekalan bahasa Jepang kepada 96 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal Kota Cilegon. Program yang dibuka pada Selasa (20/10/2026) ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal sekaligus memperluas peluang kerja di luar negeri, khususnya Jepang.

Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, mengatakan program pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri menjadi modal penting bagi calon pekerja migran untuk memperoleh kesempatan kerja di luar negeri.

“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Cilegon untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja kita. Dengan adanya pembekalan ini, kami berharap para peserta memiliki keterampilan yang dibutuhkan sehingga dapat memanfaatkan peluang kerja di luar negeri,” ujar Aziz.

Ia menekankan bahwa para peserta tidak hanya perlu menguasai bahasa Jepang, tetapi juga memahami budaya, kedisiplinan, serta etos kerja masyarakat di negara tujuan.

Aziz menilai pemahaman terhadap budaya dan kebiasaan masyarakat Jepang menjadi bekal penting agar para peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari setelah ditempatkan di negara tersebut.

“Selain menguasai bahasa Jepang, para peserta juga perlu memahami budaya dan kebiasaan masyarakat di sana. Kita tahu Jepang merupakan negara dengan teknologi yang maju, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kedisiplinan. Hal-hal seperti ini harus dipelajari dan diterapkan ketika nantinya bekerja di Jepang,” katanya.

Aziz juga mengingatkan para peserta agar senantiasa menjaga sikap, profesionalisme, dan nama baik daerah selama bekerja di luar negeri. Menurutnya, pekerja migran turut membawa identitas daerah asal dan Indonesia sehingga harus mampu menunjukkan perilaku yang baik di lingkungan kerja maupun masyarakat.

“Kami berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan baik, menjaga kedisiplinan, dan mempersiapkan diri seoptimal mungkin. Ketika nanti bekerja di luar negeri, jaga nama baik Kota Cilegon dan Indonesia dengan menunjukkan sikap yang baik serta profesionalisme dalam bekerja,” tegasnya.

Lebih lanjut, Aziz menyampaikan bahwa peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan dan memenuhi persyaratan berpeluang mendapatkan penempatan kerja di sejumlah perusahaan Jepang yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah. Selain Jepang, peluang penempatan kerja di Korea Selatan juga terbuka sesuai kebutuhan tenaga kerja dan kerja sama yang tersedia.

Ia turut mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan ke luar negeri yang belum jelas legalitasnya. Calon pekerja migran diminta memastikan kebenaran informasi lowongan kerja dengan mengonfirmasikannya kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon.

“Jangan mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang belum jelas kebenarannya. Silakan konfirmasi terlebih dahulu kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon agar informasi yang diterima benar-benar valid dan masyarakat terhindar dari penipuan,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon, Sri Widayati, menjelaskan bahwa sebanyak 96 peserta telah dinyatakan lulus seleksi dan berhak mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama 36 hari.

Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober hingga 2 Desember 2026 di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Wahana Mancak.

“Sebanyak 96 peserta telah dinyatakan lulus seleksi dan akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama 36 hari. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya agar memiliki bekal keterampilan yang memadai untuk memasuki dunia kerja internasional,” ungkap Sri.

Ia menjelaskan, materi pelatihan tidak hanya mencakup pembelajaran bahasa Jepang, tetapi juga pembekalan mengenai budaya dan etos kerja. Materi tersebut disiapkan untuk membantu peserta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi lingkungan kerja di luar negeri.

Dengan pembekalan yang menyeluruh, para peserta diharapkan mampu beradaptasi dengan budaya kerja negara tujuan serta menjalankan tugas secara profesional.

Sri menambahkan, program pelatihan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Provinsi Banten.

Dukungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pelatihan vokasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Cilegon berharap para calon pekerja migran dapat meningkatkan keterampilan, memperluas akses terhadap kesempatan kerja, serta mempersiapkan diri secara optimal untuk bekerja di luar negeri.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan program pelatihan dan informasi ketenagakerjaan melalui saluran resmi guna memastikan proses penempatan kerja berlangsung secara aman dan sesuai ketentuan(*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar