News Breaking
Live
wb_sunny

DLH Cilegon Analisis Dampak Asap Kiriman Kalimantan, Warga Diimbau Waspada

DLH Cilegon Analisis Dampak Asap Kiriman Kalimantan, Warga Diimbau Waspada

SpiritNews.Media (Cilegon) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon tengah mengumpulkan dan menganalisis data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk mengetahui dampak asap kiriman dari Kalimantan terhadap kualitas udara di wilayah setempat.

Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengatakan pihaknya sedang menarik data dari alat pemantau ISPU guna mengetahui tingkat pencemaran udara yang kemungkinan dipengaruhi oleh asap tersebut.

“Yang terkait dengan asap, kami sedang menarik data dari ISPU. Kami juga akan menganalisis sampai di mana pengaruh asap kiriman dari Kalimantan,” kata Sabri, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, pengumpulan data tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas udara berdasarkan hasil pemantauan yang tersedia. Hasil analisis nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Sabri menjelaskan, saat ini terdapat dua unit alat pemantau ISPU yang masih berfungsi di Kota Cilegon. Kedua alat tersebut berada di wilayah Merak dan Gunung Sugih.

Data dari kedua alat pemantau tersebut akan digunakan untuk membantu menganalisis kondisi kualitas udara, termasuk kemungkinan pengaruh asap kiriman dari Kalimantan.

Ia menambahkan, hasil analisis akan dilaporkan kepada Wali Kota Cilegon untuk menentukan langkah selanjutnya. DLH juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan apabila kondisi kualitas udara membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Kalau hasil analisisnya membahayakan, kami informasikan kepada Pak Wali Kota untuk menentukan tindakan, termasuk kepada Dinas Kesehatan. Nanti mungkin ada langkah-langkah teknis terkait penyiapan di tingkat puskesmas yang ada di kelurahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sabri mengatakan pemerintah akan mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara berada pada kategori berbahaya.

“Kami tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” tuturnya.

Meski demikian, DLH Kota Cilegon belum dapat memastikan sejauh mana asap kiriman dari Kalimantan memengaruhi kualitas udara di wilayah tersebut. Kepastian mengenai dampaknya masih menunggu hasil penarikan dan analisis data ISPU.

Hasil analisis tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan, terutama jika kondisi kualitas udara berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.(*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar