News Breaking
Live
wb_sunny

Aziz Targetkan Cakupan Imunisasi 100 Persen, BIAS dilaksanakan di Bulan Agustus dan November

Aziz Targetkan Cakupan Imunisasi 100 Persen, BIAS dilaksanakan di Bulan Agustus dan November



SpiritNews.Media (Cilegon)  – Pj Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra menginstruksikan kepada seluruh kepala Puskesmas di Kota Cilegon untuk mengoptimalkan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 yang akan dilakukan pada Bulan Agustus dan Bulan November ini. Aziz meminta agar pendataan sasaran dilakukan secara akurat, koordinasi lintas sektor diperkuat, edukasi kepada masyarakat ditingkatkan serta dilakukan sweeping terhadap anak yang belum menerima imunisasi.

"Saya minta seluruh kepala Puskesmas agar memastikan pendataan sasaran dilakukan secara akurat dan terus diperbaharui, memperkuat koordinasi lintas sektor serta melakukan sweeping terhadap sasaran yang belum memperoleh pelayanan sehingga seluruh anak dapat terjangkau," ucapnya saat membuka acara Evaluasi dan Koordinasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tingkat Kota Cilegon Tahun 2026 bertempat di Aula Setda II Kota Cilegon, Senin 27 Juli 2026.

Lebih lanjut, Aziz mengatakan jika keberhasilan BIAS tidak hanya diukur dari tingginya persentase capaian imunisasi, melainkan dari banyaknya jumlah anak yang berhasil terlindungi dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Oleh sebab itu, ia menegaskan tidak boleh ada satu pun anak di Kota Cilegon yang kehilangan haknya untuk memperoleh layanan imunisasi.

"Keberhasilan BIAS ini bukan hanya diukur dari besarnya angka capaian, tetapi dari seberapa banyak anak-anak yang berhasil kita lindungi dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Oleh karena itu, saya berharap tidak ada satu pun anak di Kota Cilegon yang kehilangan haknya untuk memperoleh layanan sebab imunisasi ini sangat penting untuk anak - anak," ungkapnya.

Terkait target BIAS Tahun 2026, Aziz mengatakan jika Pemerintah Kota Cilegon menargetkan capaian imunisasi 100 persen atau melampaui target nasional sebesar 99 persen. Untuk mewujudkan target tersebut, Aziz meminta kepada seluruh organisasi perangkat daerah, Forkopimda, sekolah, madrasah, hingga tokoh masyarakat untuk berperan aktif dalam mensosialisaikan pentingnya imunisasi kepada masyarakat.

"Untuk pelaksanaan BIAS tahun 2026 ini kalau nasional menargetkannya 99 persen, tetapi untuk Kota Cilegon saya harap bisa mencapai 100 persen agar melebihi target nasional. Oleh karena itu, saya himbau seluruh OPD, Forkopimda, sekolah, madrasah, MUI dan semua pihak terkait untuk turut berperan aktif dalam mensosialisaikan pentingnya imunisasi kepada masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Aziz juga menyampaikan jika pelaksanaan BIAS Tahun 2026 akan berlangsung dalam dua tahap, yakni pada Agustus dan November. Menjelang pelaksanaan tersebut, Aziz berharap seluruh persiapan, mulai dari validasi data sasaran, kesiapan vaksin dan logistik, jadwal pelayanan, hingga strategi komunikasi kepada masyarakat dapat diselesaikan lebih awal.

"BIAS tahun 2026 akan kita laksanakan di bulan Agustus dan November. Saya harap seluruh persiapan dapat diselesaikan jauh sebelum pelaksanaan dimulai sehingga pelayanan imunisasi dapat berjalan optimal dan untuk obat - obatan ataupun vaksin tidak ada masalah, semua sudah tersedia tinggal bagaimana kita memastikan seluruh anak kita mau dan bersedia untuk di imunisasi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Cilegon Febri Naldo mengatakan bahwa keberhasilan program imunisasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. "Capaian imunisasi bukan tanggung jawab Dinas Kesehatan saja, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama melalui kerja sama lintas sektor, lintas program dan dukungan masyarakat," ujarnya.

Lanjut, Febri menjelaskan pada tahun 2024 capaian imunisasi Kota Cilegon telah berhasil melampaui target nasional, namun terjadi penurunan di tahun 2025 sehingga diperlukan evaluasi dan penguatan strategi untuk pelaksanaan BIAS tahun 2026. "Pada tahun 2024 seluruh capaian imunisasi melebihi target, tetapi pada tahun 2025 mengalami penurunan oleh karena itu kita harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan capaian tersebut," jelasnya.

Dikatakan Febri, rendahnya cakupan imunisasi tahun 2025 dipengaruhi sejumlah kendala di lapangan mulai dari ketidakhadiran siswa saat jadwal imunisasi hingga penolakan dari orang tua akibat kekhawatirannya terhadap efek samping vaksin. "Yang sering ditakutkan orang tua adalah anak demam setelah imunisasi. Padahal itu reaksi yang wajar dan dapat diatasi dengan obat penurun panas maupun penanganan sederhana," katanya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Febri berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, tokoh agama, serta masyarakat semakin kuat sehingga target imunisasi 2026 dapat tercapai secara maksimal. "Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah agar seluruh anak di Kota Cilegon mendapatkan haknya untuk hidup sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi," pungkasnya.(*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar