Dindikbud Kota Cilegon Berkomitmen Dalam Memperkuat Memajuan Kebudayaan Daerah
SpiritNews.Media (Cilegon) – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pemajuan kebudayaan daerah, sejalan dengan arah kebijakan nasional yang disampaikan Kementerian Kebudayaan RI dalam taklimat “Refleksi 2025, Kebijakan 2026”.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila menyampaikan bahwa kebijakan nasional tersebut menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan dan menajamkan program kebudayaan yang berbasis pada potensi lokal Cilegon.
“Pemkot Cilegon melihat refleksi dan arah kebijakan 2026 ini sebagai penguatan sinergi pusat dan daerah. Kami berupaya memastikan kebijakan kebudayaan tidak berhenti di tataran konsep, tetapi benar-benar hadir dalam program nyata di masyarakat,” ujar Heni, Jumat (9/1/ 2026).
Menurutnya, upaya Pemkot Cilegon saat ini difokuskan pada beberapa langkah strategis, di antaranya pelindungan dan pendataan objek pemajuan kebudayaan, penguatan peran komunitas seni dan budaya lokal, serta peningkatan pemanfaatan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan karakter dan ekonomi kreatif daerah.
Dindikbud Cilegon juga terus mendorong agar kebudayaan terintegrasi dengan sektor pendidikan. Melalui satuan pendidikan, nilai-nilai budaya lokal diperkuat sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda Cilegon.
“Sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai kebudayaan. Ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan manusia,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon Ayatullah Khumaeni menilai langkah Pemkot Cilegon yang menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah kebijakan nasional sebagai upaya penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan di daerah industri seperti Cilegon.
“Cilegon memiliki tantangan sekaligus kekuatan. Di tengah karakter sebagai kota industri, kebudayaan harus tetap menjadi ruh pembangunan. Kami di Dewan Kebudayaan melihat komitmen Pemkot ini sebagai langkah strategis agar kebudayaan tidak terpinggirkan, tetapi justru menjadi identitas dan kebanggaan daerah,” ungkap Ayatullah.
Menurutnya, keberhasilan pemajuan kebudayaan sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya, dan masyarakat. Karena itu, Dewan Kebudayaan Kota Cilegon siap mendukung Pemkot melalui penguatan kajian, pendampingan komunitas, serta advokasi kebijakan kebudayaan.
“Pemajuan kebudayaan tidak cukup dengan program seremonial. Dibutuhkan keberpihakan kebijakan dan kesinambungan program. Dewan Kebudayaan siap menjadi mitra strategis Pemkot Cilegon,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan kebudayaan, Pemkot Cilegon optimistis pemajuan kebudayaan di Kota Cilegon dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.(*)

Posting Komentar