Robinsar Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran
SpiritNews.Media (Cilegon) - Pemkot Cilegon memastikan arah pembangunan ke depan akan lebih fokus dan tepat sasaran meski di tengah keterbatasan anggaran. Dimana prioritas utama pembangunan diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat, seperti perbaikan jalan rusak, penerangan lingkungan, penanganan titik-titik banjir, serta perbaikan rumah tidak layak huni.
Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, persoalan infrastruktur dasar menjadi keluhan utama warga. Karena itu, pihaknya akan membatasi target pembangunan agar anggaran yang tersedia benar-benar menyentuh kebutuhan prioritas.
"Prinsipnya, fokus utama adalah perbaikan jalan rusak, lampu-lampu yang masih gelap, titik-titik banjir, dan rumah tidak layak huni. Jadi memang fokus terhadap hal itu," katanya saat ditemui di Kantor Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Selasa (12 / 1/ 2026 )
Menurut Robinsar, pihaknya telah meminta para pemangku kepentingan di tingkat wilayah untuk mengakomodisr dan mengarahkan usulan pembangunan berdasarkan skala prioritas. pemangku kepentingan yang dimaksud mulai dari POKMAS, RT, RW, lurah, hingga camat.
"Tidak semua tiitk kebutuhannya sama. Setiap daerah berbeda. Maka yang lebih urgent itulah yang harus diutamakan," ujarnya.
Ia pun menerangkan, pola pembangunan sebelumnya di beberapa wilayah masih ditemukan proyek yang kurang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Sehingga hasil dari pembangunan yang telah berlangsung tidak tepat sasaran.
"Kadang karena sarana prasarana sudah terpenuhi, akhirnya yang tidak terlalu penting justru dibangun. Ke depan ini tidak boleh terjadi lagi," ucapnya.
Robinsar juga mengakui adanya pengurangan dana transfer ke daerah yang berdampak pada kapasitas fiskal Pemkot Cilegon. Namun ia memastikan alokasi anggaran akan tetap dibagi secara proporsional untuk setiap keluarahan.
"TKD berkurang itu pasti berdampak. Tapi nanti ada rumus untuk alokasi anggaran per kelurahan. Terpenting kebutuhan dasar masyarakat tetap kami utamakan," ucapnya.(*)
"Prinsipnya, fokus utama adalah perbaikan jalan rusak, lampu-lampu yang masih gelap, titik-titik banjir, dan rumah tidak layak huni. Jadi memang fokus terhadap hal itu," katanya saat ditemui di Kantor Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Selasa (12 / 1/ 2026 )
Menurut Robinsar, pihaknya telah meminta para pemangku kepentingan di tingkat wilayah untuk mengakomodisr dan mengarahkan usulan pembangunan berdasarkan skala prioritas. pemangku kepentingan yang dimaksud mulai dari POKMAS, RT, RW, lurah, hingga camat.
"Tidak semua tiitk kebutuhannya sama. Setiap daerah berbeda. Maka yang lebih urgent itulah yang harus diutamakan," ujarnya.
Ia pun menerangkan, pola pembangunan sebelumnya di beberapa wilayah masih ditemukan proyek yang kurang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Sehingga hasil dari pembangunan yang telah berlangsung tidak tepat sasaran.
"Kadang karena sarana prasarana sudah terpenuhi, akhirnya yang tidak terlalu penting justru dibangun. Ke depan ini tidak boleh terjadi lagi," ucapnya.
Robinsar juga mengakui adanya pengurangan dana transfer ke daerah yang berdampak pada kapasitas fiskal Pemkot Cilegon. Namun ia memastikan alokasi anggaran akan tetap dibagi secara proporsional untuk setiap keluarahan.
"TKD berkurang itu pasti berdampak. Tapi nanti ada rumus untuk alokasi anggaran per kelurahan. Terpenting kebutuhan dasar masyarakat tetap kami utamakan," ucapnya.(*)

Posting Komentar